KATAKAN YANG BENAR WALAUPUN PAHIT Perihal mengenai Sifat jujur disini ada hadits sebagai berikut: عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ أَمَرَنِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِسَبْعٍ أَمَرَنِى بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin memberikan contoh mengenai hadits "Berkata yang benar walaupun pahit" yaitu dalam hal orang awam yang biasa berkomentar sinis atau tidak suka terhadap ajaran Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau membawakan tiga contoh ketika menjelaskan hadits dalam Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi. Contoh pertama:
قال : " قل الحق وإن كان مرا. Abudzar berkata : "Tambahkanlah wasiyatnya wahai rasululloh " Rasululloh bersabda : " katakanlah yang benar walaupun kebenaran itu pahit ". (HR. Ahmad, At T abrani, Ibnu Hibban dan Al Hakim ), Al Hakim berkata : "Sanadnya Shohih".
Bahasa arab katakanlah yang benar walaupun itu pahit adalah qulil haqqa walau kana murran merupakan mahfudzot, ada juga hadits riwayat dari sahabat., yang tulisan arabnya (in arabic text) hadits riwayat, adalah sebagai berikut ini. قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا.
Rahma Harbani - detikHikmah. Sabtu, 26 Nov 2022 13:30 WIB. Ilustrasi. Ini arti ungkapan, Jakarta - Mungkin sebagian muslim ada yang tidak asing dengan ungkapan dalam bahasa Arab seperti, "Qulil haqqa walau kana murran" dan mempertanyakan maknanya. Pada dasarnya, ungkapan tersebut adalah potongan dari salah satu sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya.

Allah berfirman : (maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut ( Quran Surat Thaha ayat 44) Ini ayat yang sangat penting dan harus kita aplikasikan dalam memberikan nasehat. Lihatlah bagaimana allah menyuruh Nabi-Nya untuk menasehati orang kafir dengan kata-kata lembut.

MzvzR.